Judul diatas begitu banyak dicari oleh para wanita di Indonesia, entah diwebsite, dimedia sosial maupun buku (ini sudah jarang, tapi beberapa perpustakaan masih menyediakan buku petunjuk untuk mencari jodoh bule’). Alasan untuk mencari jodoh diluar negeri pun bermacam-macam. Dari beberapa teman yang saya “wawancarai” kenapa ingin mencari jodoh bule alasannya bervariasi, ada yang suka pria bule karena konon katanya lebih berpikiran terbuka, ada yang ingin memperbaiki keturunan yang konsep “memperbaikinya” bermacam-macam, dari yang ingin punya keturunan Londo hingga Afro nan eksotis, ada yang karena ingin jalan-jalan dan tinggal diluar negeri, dan ada juga yang ingin memperbaiki nasib, ada juga karena sudah cukup berumur dan susah mendapat jodoh di Indonesia, ada juga yang katanya susah dapat jodoh karena merasa tidak cukup cantik/ganteng untuk standar orang Indonesia dan akhirnya beralih untuk mencari bule’, karena bule kebanyakan mencari pasangan yang berkulit eksotis. Apapun alasannya, kembali lagi ke yang mencari jodoh, no judging!, karena kita tidak pernah tahu cerita kehidupan seseorang.
Nah pertanyaannya, bagaimana sih caranya biar dapat jodoh bule?. Berikut saya break down ya :
- Bahasa Inggris : Modal paling utama untuk mencari pasangan bule adalah sedikit banyak harus bisa bahasa inggris, minimal harus bisa komunikasi untuk hal sederhana, tapi alangkah baiknya jika bisa diusahakan lebih, karena jika hendak menuju ke jenjang yang lebih serius maka tetek bengek dokumen hampir semua menggunakan bahasa inggris, dari urusan pernikahan, visa, green card, akte lahir anak, dll (ini untuk yang berniat tinggal diluar negeri). Tapi yang paling penting adalah untuk tujuan komunikasi sehari-hari.
- Hunting : Setelah urusan bahasa inggris sudah check mulailah ber-hunting ria. Bagi yang tinggal disekitar wilayah wisata terutama yang sering dikunjungi turis, kesempatan untuk mendapatkan jodoh bule tentu lebih besar, tapi tidak pasti, tergantung kekeuhnya (dan jodoh).
- Hunting online : Ini alternatif via elektronik. Mulai dari facebook, add bule-bule yang masuk kategori, kirim pesan, ajak kenalan, lalu Skype-an,jika kenalannya diajak kejenjang yang serius usahakan video call minimal, jangan mau kalau cuma chat saja, bukan apa, banyak scammer yang mencari mangsa. Gunakan semua platform sosial media yang kalian punya, Tweeter, Snapchat, dll.
- Daftar disitus biro jodoh : Nah, ini juga merupakan cara yang lumayan ampuh untuk mencari jodoh. FYI, saya dan suami ketemunya dibiro jodoh loh ^_^ banyak situs biro jodoh yang dijajakan diinternet, dari yang gratis hingga yang berbayar. Berikut beberapa situs biro jodoh yang pernah saya coba.
- Asian dating, situs ini menyediakan beberapa opsi, ada yang gratis, ada pula yang berbayar, yang berbayar ini lebih banyak dipilih oleh kandidat laki-laki, bule’ dalam hal ini, karna opsi yang gratis mengunci opsi “pesan” disitusnya, sehingga tidak memungkinkan untuk mengirim pesan ke calon pasangan. Tapi banyak juga pria yang memilih opsi gratis dan lebih memilih mencari wanita yang membayar situs, pelit gitu hehehe. Saya sempat join selama 3 tahun namun kurang beruntung, pria yang mengajak serius saat itu tidak percaya pernikahan, saya akhiri setelah setahun, tidak ingin membuang-buang waktu.
- Muslim matrimonial, situs ini merupakan pecahan dari Asian dating juga, tapi lebih spesifik untuk yang ingin mencari yang seiman, dalam hal ini muslim.
- Christian cupid, masih pecahan dari Asian Dating, juga tersedia untuk teman-teman nasrani.
- Qiran.com, situs ini hampir sama dengan Muslim Matrimonial, tapi ketikka saya bergabung ternyata banyak juga yang non muslim yang join, malah lumayan banyak yang berlanjut hingga kejenjang pernikahan. Sedikit warning, untuk website ini bule’nya bukan bule’ barat ya, lebih banyak yang timur tengah, India, Pakistan. Nah, disitus website inilah saya bertemu suami (suami saya asli Mesir, tapi pindah menetap di AS saat umur 5 tahun).
- Untuk opsi lebih lengkap kalian bisa buka Asian Dating dan scroll kebagian paling bawah, disitu terdapat banyak pilihan spesifik situs websitenya.
- Terakhir, boleh cari situsnya sendiri. hehehe…
- Bergaul dengan WNA : untuk yang berjiwa sosial ini bukanlah hal yang sulit, tinggal mencari para ekspatriat disekitar anda.
- Bekerja di perusahaan asing/ perusahaan yang berkolaborasi dengan perusahaan asing : jika ekspatriatnya tidak dapat maka ini adalah opsi selanjutnya. Usahakan bekerja di NGO, jika tidak, cari perusahaan yang berkolaborasi dengan perusahaan asing, contohnya perusahaan aviasi. Dulu saya sempat bekerja sebagai sekertaris di perusahaan aviasi, kru yang didatangkan selalu dari luar dan ganti setiap per 6 bulan.
- Au Pair : Au Pair merupakan program yang ditawarkan dari luar negeri yang bertujuan untuk mencari baby sitter atau house assistant dari negara-negara lain. Dan kebanyakan negara yang memiliki program Au Pair adalah negara barat, seperti Amerika Serikat, Belanda, Perancis, dll. Au Pair ini sebenarnya populer untuk para siswa yang baru lulus yang ingin mencicipi kehidupan luar negeri, namun tidak tertutup kemungkinan untuk siapa saja. Au Pair ini biasanya berlangsung selama setahun. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan, selain untuk mencari jodoh, tentunya juga untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Asyik banget kan ^_^ Berikut saya sertakan link untuk Au Pair World ya. Jika kalian ingin mencari negara yang spesifik ingin kalian kunjungi, silahkan di-browsing sendiri ya!.
- Minta dicarikan: opsi terakhir, minta tolong carikan sama teman yang berdomisili diluar negeri atau teman yang berjodoh dengan orang asing, siapa tau pasangannya punya stok teman jomblo.
Demikian beberapa tips dan cara mendapatkan jodoh bule. Ini khusus untuk teman-teman yang di Indonesia ya, buat yang bisa kuliah, bekerja atau jalan-jalan keluar negeri boleh cari sendiri, bisa ketemu bejibun soalnya, hehehe..
Satu hal yang saya sampaikan, siapapun, darimanapun kalian, niat, keinginan, dan cita-cita kalian bisa terwujud, termasuk dalam jodoh. Pantang menyerah dan jangan pernah berkecil diri, satu hal tentang bule, mereka kebanyakan tidak banyak cencong, malah untuk untuk ukuran mereka wanita/pria berkulit gelap lebih diminati, mereka juga tidak terlalu pusing dengan kondisi finansial kalian, jadi jangan memandang rendah diri kalian dari segi apapun. Saya sendiri orang Bugis, berasal dari kampung, dari desa kecil yang entah tercatat di map atau tidak (just kidding, ada kok di map, cari aja desa KaniE, kecamatan maritengngaE) 😊, belajar bahasa inggris otodidak saat bekerja di Gramedia, soalnya tidak mampu bayar kursus saat itu, sampai akhirnya tidak terasa kemampuan bahasa inggris lumayan terasah. Dengan modal bahasa inggris akhirnya bisa dapat kerjaan yang lumayan bagus dan bisa berinteraksi dengan para ekspat yang kebanyakan berasal dari Rusia dan Ukraina, tapi kurang beruntung. Sampai suatu hari saya membuka situs biro jodoh dan akhirnya kontakan dengan suami hanya dalam waktu 2 minggu setelah join. Setelah berhubungan secara long distance selama 1,5 tahun akhirnya dia datang langsung melamar. Bagaimana ribetnya urusan birokrasi dan syarat-syarat pernikahan, nanti saya bahas ditulisan saya selanjutnya.
Selamat ber-hunting ria guys and gals. Jika ada pertanyaan atau sekedar berbagi pengalaman, silahkan tinggalkan pendapat. Much love and good luck!
P.S : Please, tulisan saya jangan di-bully, ini juga lagi belajar 😊

